Breaking News

720 Peserta Pelatihan Kerja Lotim Didorong Jadi Tenaga Siap Pakai dan Wirausaha

ErakiniNews.Id | Lombok Timur — Sebanyak 720 peserta program pelatihan berbasis kompetensi di Lombok Timur mendapat pembekalan keterampilan sekaligus dukungan peralatan untuk menunjang aktivitas mereka setelah pelatihan. Program ini diarahkan agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai bekal memasuki dunia kerja atau membuka usaha.

Penutupan program tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (8/9/2026), dan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan peralatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam kesempatan tersebut menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam menyusun program pelatihan. Menurutnya, keberadaan pelatihan akan semakin berarti apabila bidang yang diajarkan benar-benar memiliki prospek dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menilai seseorang yang telah menempuh pendidikan hingga jenjang SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung menguasai kemampuan praktis yang dibutuhkan perusahaan. Pelatihan karena itu menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi sebelum seseorang terjun ke lapangan.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin pelatihan hanya berjalan sebagai kegiatan rutin. Haerul meminta setiap penyelenggara terlebih dahulu melihat peluang yang tersedia di wilayah sasaran sebelum menentukan jenis keterampilan yang akan diberikan.

Potensi daerah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, latar belakang peserta, hingga kebutuhan tenaga kerja disebut perlu menjadi dasar penyusunan program. Dengan cara tersebut, keterampilan yang diberikan diharapkan memiliki nilai guna setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

Bupati juga meminta agar unsur minat dan bakat peserta diperhatikan. Menurutnya, seseorang akan lebih mudah mengembangkan kemampuan apabila bidang yang dipelajari sejalan dengan ketertarikannya.

Keterampilan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi turut menjadi perhatian. Haerul menilai bidang seperti content creator dapat menjadi salah satu pilihan pelatihan yang relevan dengan perubahan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.

Tak hanya memberikan pelatihan, pemerintah juga menyerahkan peralatan pendukung kepada peserta. Haerul berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebagai modal untuk mempraktikkan keterampilan, menghasilkan karya, maupun merintis kegiatan usaha.

Ia juga meminta peserta tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah program berakhir. Peserta yang masih merasa membutuhkan penguatan keterampilan dipersilakan untuk kembali belajar dan memperdalam materi agar lebih siap ketika menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, menjelaskan bahwa program tersebut mendapat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan melalui anggaran pemerintah pusat. Salah satu sasaran utamanya adalah memperkuat kompetensi tenaga kerja di tengah masih tingginya angka pengangguran di daerah.

Ia menyebut jumlah pengangguran di Lombok Timur sekitar 31 ribu orang. Karena itu, pelatihan diarahkan pada kemampuan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri, sehingga peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja maupun membangun usaha.

Haeruziyat mengatakan tambahan anggaran yang diberikan pemerintah pusat pada Agustus 2026 turut dimanfaatkan untuk menyelenggarakan program pelatihan di LLK Selong. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dalam sejumlah batch dengan total sasaran 720 peserta.

Selama mengikuti program, peserta mendapatkan materi dari para instruktur serta fasilitas berupa peralatan penunjang. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh seusai pelatihan.

Ia mengajak peserta memanfaatkan seluruh fasilitas dan kesempatan yang diberikan dengan serius. Menurutnya, keberhasilan program akan terlihat ketika keterampilan yang diperoleh mampu diterjemahkan menjadi pekerjaan atau kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pada agenda penutupan, Bupati Lombok Timur juga melakukan penyematan kartu nama secara simbolis kepada peserta. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan DBH-CHT oleh Bupati bersama Wakil Bupati kepada perwakilan penerima.

Selain itu, dilakukan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Asisten dan Staf Ahli, pimpinan OPD, perwakilan BPVP Lombok Timur, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), instruktur, serta alumni program.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan berbagai lembaga pelatihan terus diperkuat. Koordinasi yang berkelanjutan dinilai penting agar program berikutnya semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (red)

E_01

Edutech Nusantara Digital

Mitra teknologi terpercaya untuk digitalisasi Pesantren, Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kunjungi Website

Type and hit Enter to search

Close