Breaking News

Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris Santri, Tim PkM UNW Mataram Hadirkan Pembelajaran Kontekstual di Raudlatuttholibin NW Paokmotong-Lotim

ErakiniNews.Id | Lombok Timur, 4 September 2026 - Penguatan kompetensi bahasa Inggris di lingkungan pesantren terus didorong melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dalam situasi nyata. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) dengan sumber pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026, yang menyasar santri jenjang Madrasah Aliyah di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatuttholibin NW Paokmotong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Program ini berfokus pada penguatan kompetensi bahasa Inggris komunikatif berbasis Contextual Learning, dengan melibatkan perwakilan santri dari kelas X, XI, dan XII. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa Inggris diarahkan agar lebih dekat dengan pengalaman dan lingkungan peserta didik. Santri tidak hanya belajar memahami kosakata dan ungkapan, tetapi juga didorong untuk menggunakannya dalam komunikasi yang sederhana, relevan, dan bermakna. Tahapan PKM yang dilaksanakan mulai dari Mei hingga Juni 2026 ini memiliki rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan komunikasi lisan, penerapan bahan ajar digital, pre test treatment sebanyak 3 kali dan post test, pendampingan dan evaluasi serta penyusunan model pembelajaran berkelanjutan.

Pendekatan Contextual Learning menjadi bagian penting dalam kegiatan karena menempatkan pengalaman nyata sebagai bagian dari proses belajar. Dengan pembelajaran yang aktif dan komunikatif, santri memperoleh ruang untuk berlatih berbicara, berinteraksi, serta membangun keberanian menggunakan bahasa Inggris. Proses tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi serta memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat untuk pendidikan lanjutan maupun kesiapan menghadapi dunia kerja.

Program PkM ini dilaksanakan oleh tim yang dipimpin M. Mizanul Haq, M.Pd., sebagai ketua tim PKM, dan dalam pelaksanaannya didampingi oleh Marham Jupri Hadi, M.Ed., dan Lume, M.Pd., sebagai anggota tim dosen PKM dari Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tiga mahasiswa, yakni Rahman Sugiarto, Azzahra Olivia Putri, dan Anggun Aulia Dini Maryatun. Sementara dari pihak mitra, TGH. Ah. Manazil Khaer, QH., S.Pd.I., sebagai Ketua Yayasan sekaligus Kepala Madrasah yang menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program di lingkungan pesantren.

Kolaborasi antara tim PKM dosen, mahasiswa, dan pihak pesantren menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan tersebut. Perguruan tinggi tidak hanya hadir memberikan materi, tetapi juga membangun proses pembelajaran yang melibatkan mitra dan peserta secara aktif. Kehadiran mahasiswa turut memperkuat proses pendampingan sehingga santri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan berinteraksi selama kegiatan berlangsung dan menunjukkan hasil evaluasi yang positif terhadap perkembangan berbahasa inggris para santri.

Kepala Madrasah, TGH. Ah. Manazil Khaer, QH., S.Pd.I.,mengapresiasi kegiatan ini karena menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan pembelajaran, program ini mencerminkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada Masyarakat, kususnya para santri dan santriwatinya melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Pesantren sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda, sehingga penguatan keterampilan tambahan seperti komunikasi bahasa Inggris yang menjadi focus utama kegiatan ini dapat menjadi investasi penting dalam memperluas peluang belajar dan pengembangan diri para santri dan satriwati kami”, jelas TGH. Manazil.

Ketua PKM, M. Mizanul Haq, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada Diktisaintek karena melalui program PkM skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai DPPM Kemdiktisaintek tahun 2026 ini, penguatan bahasa Inggris, bukan sekadar sebagai kegiatan akademik semata, tetapi sebagai proses pemberdayaan dan menjelaskan alasan pemilihan sasaran PKM ini.

“Dari sisi sasaran, pemilihan santri Madrasah Aliyah di Ponpes ini dari kelas X hingga XII melalui seleksi dari perwakilan di setiap jenjang kelasnya, sehingga ada 20 orang yang berhasil ikut dalam kegiatan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa program ini sukses dan menggambarkan hasil evaluasi yang positif dari pelaksanaannya serta telah menjangkau peserta didik pada jenjang yang semakin membutuhkan kesiapan kompetensi untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki fase kehidupan berikutnya. Penguatan kemampuan bahasa Inggris diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kapasitas santri agar lebih adaptif terhadap kebutuhan komunikasi, informasi, dan pembelajaran di era yang semakin terbuka”, jelas Mizanul.

Lebih lanjut Mizanul juga menjelaskan urgensi dan dampak dari PKM yang telah dilaksanakan sehingga dapat bermanfaat dan berdampak secara langsung bagi mitra sasaran PKMnya.

“Santri dan santriwati di Ponpes Raudlatuttholibin NW Paokmotong yang menjadi sasaran kegiatan ini sekaligus mitra PKM kami, kini semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, mereka berkesempatan memiliki pengalaman belajar yang lebih kontekstual, dan mampu membawa keterampilan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan pendidikan, serta berbagai peluang di masa depan”, ungkap Mizanul.

Penguatan berbahasa Inggris di lingkungan pesantren, bukan sekadar tentang kemampuan menguasai kosakata atau berbicara dalam bahasa asing, tetapi tentang membuka ruang yang lebih luas bagi santri untuk belajar, berkomunikasi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Melalui pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, program PkM ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, serta budaya belajar berkelanjutan di kalangan santri, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pembelajaran, tetapi menjadi bekal nyata untuk meraih peluang pendidikan dan kehidupan yang lebih luas.

(Ria)

Edutech Nusantara Digital

Mitra teknologi terpercaya untuk digitalisasi Pesantren, Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kunjungi Website

Type and hit Enter to search

Close